SATGAS COVID-19 BUSEL : RAPID TEST 38 MANTAN PENUMPANG KM LAMBELU NEGATIF

Pembaca : 117 | Kategori : Berita | Penulis : Administrator

Sebanyak 38 orang mantan penumpang KM Lambelu yang ada di Kabupaten Buton Selatan sesuai hasil rapid test corona virus disease 2019 (Covid-19) dinyatakan negatif.

 

Informasi ini seperti yang diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Busel, Bakri Abdullah kepada media ini, Minggu (19/4).

 

“38 penumpang KM Lambelu tanggal 6 April 2020 asal Buton Selatan telah selesai dilakukan pemeriksaan Rapid Test Covid-19 dan hasilnya semua negatif,” tulis Bakri Abullah melalui pesan whatsaapnya.

 

Kata Bakri Abdullah, tim Satgas Corona Kabupaten Buton Selatan terus meningkatkan kewaspadaan dini melakukan pencegahan penyebaran Covid19.

 

Begitupun juga dengan pemantauan kesehatan seluruh eks penumpang Lambelu warga Busel yang sudah dikarantina secara mandiri di rumah masing-masing.

 

Namun dari jumlah kata Bakri Abdullah ada penambahan data real sesuai hasil pendataan lapangan di Kecamatan Lapandewa ada dua orang anak yang tidak terdaftar. Baru didaftar Rabu (15/4) saat rapid test di lapangan. Dengan demikian jumlah data eks penumpang Lambelu di Busel sebanyak 40 orang.

 

“Jadi yang terdaftar yang kami terima 40 orang itu menjadi OTG belum ada yang ditemukan ada gejala tanda-tanda terpapar Covid19, tapi tim medis kita terus memantau kondisi kesehatannya, ” katanya.

 

Ia menjelaskan dari hasil rapid test eks penumpang 38 orang semua negatif Covid-19.

Kata dia, jika kedepannya selama masa karantina ada gejala maka masuk kategori ODP. Kemudian bisa saja naik menjadi PDP jika sudah ada masuk kategori gejala Covid19.

 

Ia mengaku seluruh warga yang baru tiba dari luar daerah ditetapkan menjadi OTG. Jika dalam selama 14 hari tidak menunjukkan gejala seperti Covid19 maka lepas dari status ODP.

 

“Semua eks penumpang Lambelu kita arahkan untuk melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing, tim medis kami yang memantau kondisi kesehatannya, tapi sampai hari ini belum ada gejala,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan tanggal 20 April mendatang semua eks penumpang KM Lambelu yang masuk Busel sudah selesai masa karantinanya. Jika sebelum tanggal 20 itu ditemukan ada gejala Covid19 maka akan ditingkatkan statusnya menjadi PDP.

 

“Kita masih pantau terus kondisi kesehatannya, apalagi setelah ada informasi 92 ABK Lambelu yang dinyatakan positif Covid19, ” terangnya.

 

Meskipun mereka menjalani karantina di rumah masing-masing, tenaga medis tetap melakukan pemantauan untuk melihat perkembangan kondisi kesehatan selama masa karantina berlaku.

 

Bakri Abdullah menambahkan, semua orang yang baru tiba dari perjalanan dari luar Busel ataupun luar Sultra terus dilakukan pemantauan kondisi kesehatannya. Tiap kecamatan juga sudah ada posko pintu masuk yang terus mendata warga yang masuk Busel.

 

Apalagi dari daerah yang sudah terkonfimasi ada kasus positif Covid19. Maka tiap kedatangan warga dari daerah yang sudah terkonfirmasi ada kasus covid19 maka dipantau terus kondisi kesehatanya.

 

Di Busel masih memberlakukan karantina secara mandiri 14 hari sejumlah warga yang baru pulang dari luar daerah Busel. Sedangkan sejumlah kecamatan di wilayah Kecamatan sebagian sudah memberlakukan pembatasan terbatas tingkat kecamatan seperti di Pulau Siompu dan Batuatas.(adm)

 

Sumber : http://butonpos.fajar.co.id/satgas-covid-19-busel-rapid-test-38-mantan-penumpang-km-lambelu-negatif/